📌 PERHATIAN : - Semua buku di TOKO HARGA BUKU ORIGINAL (ASLI/LANGSUNG DARI PENERBIT). - Berat barang sesuai dengan berat yang tercantum di shopee. - Packing menggunakan lapisan kardus atau buble warp. Silahkan ajukan permohonan ke kami (pen…
📌 PERHATIAN :
- Semua buku di TOKO HARGA BUKU ORIGINAL (ASLI/LANGSUNG DARI PENERBIT).
- Berat barang sesuai dengan berat yang tercantum di shopee.
- Packing menggunakan lapisan kardus atau buble warp. Silahkan ajukan permohonan ke kami (penjual). Bila tidak ada pengajuan, pemeckingan menggunakan buble warp.
- Untuk Wilayah JABODETABEK tidak bisa menggunakan JNE OKE (Minimal JNE REGULER) karena Peraturan dari JNE nya.
- Pesanan Anda akan segera kami kirim pada hari Anda memesan.
- Pesan sebelum pukul 15.00 WIB agar barang dikirim hari ini.
- Barang dikirim pukul 15.00 - 20.00 WIB. Input Resi pukul 20.00-22.00 WIB (bila ada kesibukkan akan diinput esok harinya).
📚 Harga sebelum diskon : Rp 48.000
📖 Deskripsi Buku :
“Aku tidak suka mengucapkan satu patah kata pun sebelum aku mempersiapkan jawabannya untuk Allah.” (Hatim Al-Asham)
Suatu ketika, Sufyan Ats-Tsauri berjumpa dengan Fudhail bin Iyadh. Keduanya saling mengingatkan kemudian menangis. Sufyan berkata, “aku sangat berharap majelis kita ini menjadi mejelis yang paling barakah.” Fudhail menimpali, “Itu kan harapanmu, aku justru khawatir kalau majelis kita ini majelis yang paling buruk. Bukankah ketika engaku melihatku, engkau berhias dengan sebaik-baik yang engkau mampu, dan begitu pula aku. Maka, sungguh engkau telah beribadah kepadaku dan aku beribadah kepadamu.” Maka Sufyan menangis keras dan berkata “semoga Allah menghidupkanmu sebagaimana engkau telah menghidupkan hatiku.”
Demikianlah, sejarah Islam mewariskan berjuta teladan terbaik pada kehidupan manusia. Saat generasi sahabat terakhir, estafet generasi terbaik dilanjutkan oleh para tabi’in yang mewarisi pendidikan dari generasi tebaik sebelumnya. Meski rentang waktu antara generasi tabi’in dan kita sangat jauh, bukan berarti kita tidak bisa meneladaninya. Asyraf Hasan Thabal, penulis buku ini berhasil menghadirkan peri kehidupan zaman tersebut di hadapan kita. Seakan kita di ajak menyaksikan sendiri bagaimana mereka hidup. Bukan karena tubuh mereka menjadi utama, melainkan karena jiwa yang agung.
Buku ini mengajak pembaca menyelami bagaimana generasi tabi’in mentarbiyah ruhiyah diri mereka. Sebuah tarbiyah jiwa yang melahirkan generasi yang unik dan tidak didapatkan di sekolah mana pun.
Selamat menjalani tarbiyah ruhiyah bersama tabi’in.
#bukuislam #hargabuku #tarbiyahruhiyahalatabiin